Berita Bola - Efek keributan antara Persebaya dengan Arema membuat Persebaya saat ini masih dilarang bermain di Kota Surabaya. Baik itu Persebaya IPL maupun Persebaya versi Divisi Utama Liga Indonesia. Kedua klub, yang sama nama namun beda afiliasi ini, masih belum dapatkan izin dari Poltabes Surabaya untuk menggelar pertandingan di Kota Pahlawan. Larangan ini sebagai imbas dari meninggalnya Erik Setiawan yang dikeroyok Aremania di Gresik 7 Maret 2013 lalu.
"Kami minta menjadwal ulang. Kami belum bisa memberi rekomendasi digelarnya pertandingan," terang kapoltabes Surabaya Kombes (Pol) Tri Maryanto.
Untuk lebih meyakinkan alasan dibalik keputusan ini, Tri Maryanto mengundang khusus perwakilan Persebaya IPL dan Persebaya DU di Mapolrestabes Surabaya. Persebaya IPL diwakili corporate secretary Ram Surahman sedang dari Persebaya DU dihadiri dirut Diar Kusuma.
"Hasil evaluasi, kami belum bisa memberikan izin. Kalau masih ngotot, silakan buat pernyataan bertanggungjawab. Kalau iya, saya buatkan surat ijinnya," tandasnya.
Akibat larangan ini, Persebaya DU dipastikan tak bisa menggelar pertandingan lawan Persebo Bondowoso pada Jumat (29/3), sedang Persebaya IPL gagal menjamu Persepar Palangkaraya pada Sabtu (30/3). Kapolrestabes juga tak menggubris permintaan Persebaya DU yang menggelar pertandingan tanpa penonton. "Di dalam (stadion) memang sepi, tapi di luar justru yang lebih berbahaya,"tukasnya.
Wakil Persebaya DU, Wastomi Suhari mengingatkan putusan ini bakal jadi bumerang kepolisian, bila nanti Arema Malang bisa main di Malang. "Kalau itu terjadi namanya tak adil. Wong mereka (Arema) yang berbuat kok kita yang disalahkan," tegasnya.
Persebaya IPL memilih mengirim surat penundaan ke LPIS terkait belum adanya ijin tersebut. "Kita sudah kirim surat ke LPIS. Minta penundaan karena belum ada lampu hijau dari teman teman kepolisian," ujar Ram Surahman.
