Dugaan Kasus Persibo Bojonegoro di Piala AFC 2013

Kasus Pengaturan Skor Persibo Bojonegoro
Berita Bola - Dugaan kasus pengaturan skor Persibo Bojonegoro di Piala AFC 2013. Save Our Soccer (SOS) mengungkapkan, ada indikasi pengaturan skor dalam kekalahan telak delapan gol tanpa balas Persibo Bojonegoro melawan Sunray JC pada laga AFC Cup 2013 di Stadion Mong Kok, Selasa 9 April 2013 lalu.

"Ada indikasi pengaturan skor pada pertandingan tersebut," kata aktifis SOS, Apung Widadi.

Sebetulnya, kata Apung, indikasi pengaturan skor sudah tercium pada pertandingan kedua Persibo di fase Grup F. Yakni ketika Laskar Angling Dharma mengalami kekalahan telak 0-7 saat menjamu New Radiant di Stadion Manahan Solo, Selasa 12 Maret 2013.

Walaupun SOS belum investigasi secara khusus, namun Apung mengatakan sudah mendapat informasi dari beberapa sumber bahwa ada sebagian pemain Persibo menjadi aktor pengaturan skor. "Suap untuk pemain-pemain tersebut sekitar 50 juta," ungkapnya.

Dugaan pengaturan skor pada laga AFC menguat ketika ada tiga wasit  ditangkap di Singapura pada awal April.  Ketiga wasit itu adalah Ali Sabbagh, Ali Eid, dan Abdallah Taleb. Wasit itu ada keterlibatan pengaturan skor denagn pengusaha Singapura dan Thailand.

Sedangkan mengenai laga lawatan Persibo di Hong Kong, ia mengatakan indikasi pengaturan skor semakin kuat. Pertama, Persibo hanya membawa 12 pemain. Kedua, pemain tidak berjuang maksimal dalam menjalani pertandingan. "Hanya sedikit benturan saja cedera," ucap Apung.

Menjadi Berita Internasional

Kekalahan tragis Persibo Bojonegoro atas klub asal Hong Kong, Sunray Cave JC Sun Kei, di Piala AFC 2013 membuat nama persepakbolaan Indonesia kembali mendunia. Berbagai media asing mulai menjadikan cerita memilukan tersebut sebagai bahan pemberitaan hangat mereka.

Salah satunya adalah kantor berita Reuters. Mereka menulis anomali yang terjadi pada laga Persibo kontra Sunray. Kemenangan telak yang seharusnya membuat bangga malah berakhir kekecewaan di mata Sunray.

Dalam laporan Reuters itu, Sunray mengaku kecewa. Kekecewaan terjadi saat Persibo berlaga tanpa jumlah pemain yang ideal. Persibo hanya membawa 12 pemain. Itu pun mulai rontok satu per satu karena cedera hingga akhirnya hanya menyisakan enam pemain.

Wasit Chaya Mahabap pun terpaksa menghentikan jalannya pertandingan pada menit ke-65. Laga akhirnya usai dengan kemenangan 8-0 Sunray atas Persibo.

Sementara itu, BBC juga menulis kekalahan tersebut sebagai sebuah anomali. Pasalnya, Persibo yang bertandang ke Hong Kong menghadapi klub Sunray Cave JS Sun Hei hanya membawa 12 pemain.

BBC menulis minimnya dana menjadi alasan utama tidak dibawanya pemain cadangan lebih banyak. Minimnya jumlah pemain ini pun berdampak pada peforma Laskar Angling Dharma. Klub kebanggaan Bojonegoro itu pun harus puas menerima kekalahan telak 0-8.

Keanehan laga Persibo kontra Sunrey juga ramai diberitakan media setempat, seperti South China Morning Post (SCMP). Bahkan, SCMP tak segan-segan menulis bahwa klub Indonesia tidak sportif.

''Kami sudah sering dengar betapa tidak sportifnya tim-tim asal Indonesia. Tetapi, kami sama sekali tak menyangka akan jadi korbannya,'' kata Kapten Sunray, Roberto Afonso Jr, seperti dikutip SCMP.

Situs Goal juga turut menuliskan kisah kekalahan tragis Persibo dengan alur dan isi berita yang hampir sama. Goal menyebutkan kejadian semacam itu bukan kali pertama menimpa Laskar Angling Dharma.

Sebelumnya, Persibo juga melakoni laga penuh kontroversi melawan klub asal Maladewa, New Radiant, pada 12 Maret lalu. Pada laga tersebut, anak asuhan Gusnul Yakin itu menderita kekalahan telak 0-7.

Pembelaan

Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago memandang tuduhan bahwa Persibo Bojonegoro terlibat dalam skandal pengaturan skor. Menurutnya tuduhan itu mengada-ada.

"Persibo terlibat pengaturan skor? Mereka tidak punya uang, kontrak, dan pemain. Jangan kejam terhadap mereka. Tetap tabah pak Gusnul Yakin," ujar Jacksen lewat akun Twitter-nya, @Papinegro18.

Sebelumnya, pelatih Persibo Gusnul Yakin mengucapkan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia setelah skuatnya dipermalukan 0-8 oleh tuan rumah Sunray Cave JC Sun Kei di ajang Piala AFC, Selasa (10/4) lalu. Kekalahan itu dipandang memalukan karena Persibo hanya membawa 12 pemain ke Hongkong dan gagal menyelesaikan pertandingan.

Pelatih Gusnul Yakin, meminta maaf atas apa yang terjadi pada laga melawan Sunray Cave JC Sun Kei pada laga lanjutan AFC Cup 2013 di Stadion Mong Kok, Selasa (9/4) dimana timnya dibantai delapan gol tanpa balas.

Ia menyebut pasukannya sudah berjuang maksimal dalam menjalani pertandingan. "Tapi pemain bermain buruk dan banyak yang mengalami cedera," kata Gusnul.

Ia berharap agar semua pihak dapat mengerti keadaan Persibo yang sedang mengalami krisis keuangan. Atas alasan itulah Laskar Angling Dharma hanya membawa 12 pemain ke Hong Kong.

Sedangkan mengenai tidak maksimalnya permainan tim, Gusnul mengatakan semua itu terjadi karena faktor kelelahan. "Para pemain baru tiba pada Selasa pagi," kelit Gusnul.

Atas kekalahan ini, langkah Persibo dipastikan hanya sampai di fase Grup F. Persibo baru mengumpulkan satu poin hasil dari empat pertandingan. Dengan dua pertandigan tersisa, Persibo sudah tidak mungkin mengejar New Radiant dan Yangon United yang berada di dua besar klasemen dengan torehan sembilan poin.